Etika Menulis Email Yang Baik Supaya Diterima Bekerja

Saat ini media pos dalam berkirim surat sudah banyak ditinggalkan, termasuk dalam pengiriman surat menyurat lamaran kerja. Teknologi email yang lebih efisien dalam sisi biaya, waktu dan tenaga sekarang lebih banyak digunakan. Namun sayangnya tidak anyak para pelamar kerja tau etika menulis email yang baik supaya diterima bekerja. Sungguh sangat disayangkan, padahal ini adalah salam pertama anda sebagai pelamar kepada perusahaan yang anda harapakan untuk diterima bekerja.

Banyak sekali lowongan yang memberikan informas, dibutuhkan tenaga bla bla bla dengan kualifikasi bla bla bla, kemudian kirim surat lamaran dan CV anda ke alamat email [email protected] Nah dari sini memang tidak ada aturan baku dari perusahaan yang sedang membuka lowongan. Sedikit mujur jika ada tambahan informasi, kirim email ke alamat bla bla bla dengan subject “Lamaran kerja – Posisi yang diinginkan”. Namun meskipun tidak ada aturan baku yang tertulis, kita bisa mengirim email lamaran pekerjaan dengan baik yang memberikan kita peluang lebih besar untuk diterima bekerja.

Diibaratkan CV dan surat lamaran kerja adalah wajah kita, dan email yang kita kirim adalah cara kita menyapa. Jika kita menyapa dengan tidak sopan, tentu saja orang yang kita sapa sudah kehilangan respek, bahkan untuk menoleh pun enggan. Apalagi kita belum pernah kenal dengan orang tersebut. Nah inilah gunanya menulis email dengan baik, akan membantu anda mendapatkan kesempatan lebih untuk dilirik pembaca email. Mengapa? berikut ini alasannya:

  • Memudahkan HRD mengelompokkan email.
  • Penerima tau tujuan si pengirim email.
  • Penerima menganggap pelamar adalah seseorang yang serius tidak hanya main-main atau asal kirim email saja.

Etika Menulis Email Yang Baik Supaya Diterima Bekerja

1. Subject e-mail.
Pakai subject e-mail yang relevan dengan posisi yang dilamar. Gak perlu masukin nama.

<wrong> Job Application
<wrong> Job Application – Nicky

<correct> Job Application – Digital Marketing Manager

Ini akan mempermudah HR untuk sortir application yg masuk. Bayangin kalo ada 10 jenis vacancy dan ratusan orang kirim nama instead of posisi, HR nya bisa mabok sortir 1-1

So kalo gak include job position, besar kemungkinan CV nya gak bakal dinotice HR.

2. Body e-mail.
Ini gak kalah pentingnya sama subject. Jangan harap CV akan dibuka HR kalo gak ada body emailnya.

Body e-mail itu basically versi pendek dari cover letter. Isinya sebaiknya:

a. Salutation
<Dear Mr./Ms. Wijaya>

atau kalo gak tau namanya,

<Dear HR Manager>

b. Clear intention
Paragraf 1, jelasin dengan singkat padat jelas tujuan berkirim email.
Paragraf 2: Jelasin kualifikasi singkat yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, DAN kontribusinya ke company.
Paragraf 3: Informasikan apa saja yang diattach.
Paragraf 4: Appropriate closing.

*)
Trust me, dengan begini, HR akan merasa kalau pelamar kerja memang niat melamar dan bukan cuma iseng sebar CV ke semua company.

Walaupun memang kenyataannya kamu sebar CV, please pay attention to this detail to each one of them.

3. File name.
Surprisingly masih banyak loh yang submit CV tapi nama file ya masih <document 1.pdf>
SERIOUSLY?😭

It’s a crucial mistake that will surely fail you. Make sure ngasih nama file yang appropriate;
<CV Nicky Wijaya – Sales Executive>

Jenis file – nama – posisi.

Another pro-tip:
Sekarang banyak vacancy yang dibuka melalui job portal perusahaan, bukan melalui e-mail langsung ke HRD lagi.

If you really really want the job and feel qualified, cari tau siapa HR recruitment di company itu, dan kirim e-mail langsung ke beliau.

It will show your persistence, dan kalau memang kamu qualified, itu akan membantu HR mempersingkat waktu filtering ratusan application yang masuk instead of di job application.

But ONLY do it when you feel like really qualified. Kalo nggak, HRnya bisa bete.

Terimakasih banyak atas pelajarannya Mbak Niicky Wijaya https://twitter.com/NiickyWijaya/status/1105333360509874176